{"id":28,"date":"2026-05-04T01:10:15","date_gmt":"2026-05-04T01:10:15","guid":{"rendered":"https:\/\/readdd.com\/?p=28"},"modified":"2026-05-04T01:10:15","modified_gmt":"2026-05-04T01:10:15","slug":"membahas-dunia-marketing-brand-dan-komunikasi-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/readdd.com\/?p=28","title":{"rendered":"Membahas Dunia Marketing, Brand, dan Komunikasi Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo, para komunikator ulung, brand strategist dadakan, serta semua orang yang pernah merasa\u00a0<em>&#8220;Kok iklan di TV itu nyebelin banget sih, tapi kenapa saya hafal?&#8221;<\/em><br>Selamat datang kembali di blog yang selalu berusaha menyajikan topik hangat dengan gaya yang\u00a0<em>nggak bikin ngantuk<\/em>\u00a0(semoga). Hari ini kita akan membahas salah satu majalah yang cukup\u00a0<em>underrated<\/em>\u00a0namun isinya\u00a0<strong>sebabronze<\/strong>\u2014wah, maksudnya se-<em>bronze<\/em>? Bukan, maksudnya se-<em>brilian<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p>Maksud saya\u00a0<strong>Majalah MIX<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum kita bedah lebih lanjut, saya mau ajak Anda&nbsp;<strong>permainan kecil<\/strong>. Saya sebut satu frasa, Anda lanjutkan dalam hati:<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Marketing itu bukan hanya menjual, tapi&#8230;&#8221;<\/em><br>Isi sendiri, ya. Seru, kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Ok, siapkan camilan. Kita mulai hitungan mundur 5&#8230; 4&#8230; 3&#8230; 2&#8230; 1&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:30px\"><strong>MIX Bukan Sekadar Campuran, Tapi Paduan yang Harmonis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nama &#8220;MIX&#8221; mungkin terdengar simpel. Tapi begitu Anda membuka satu edisinya, Anda akan sadar bahwa&nbsp;<strong>MIX adalah kependekan dari&nbsp;<em>Marketing, Interaction, eXperience<\/em><\/strong>&nbsp;\u2014 setidaknya itulah interpretasi saya. Keren, kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Majalah MIX pertama kali saya kenal saat menjadi peserta sebuah seminar komunikasi bisnis di Jakarta. Di&nbsp;<em>goodie bag<\/em>, ada satu majalah tebal dengan desain sampul yang dinamis. Saya buka, lalu&#8230;&nbsp;<em>&#8220;Wah, ini beda.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Bedanya apa dengan Marketing atau Marketeers sebelumnya? Simak baik-baik:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Majalah<\/th><th>Fokus Utama<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Marketing<\/td><td>Strategi teknis, taktik pemasaran<\/td><\/tr><tr><td>Marketeers<\/td><td>Branding kreatif, anak muda, digital<\/td><\/tr><tr><td>MIX<\/td><td>Komunikasi bisnis, integrasi marketing &amp; PR, corporate communication<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Jadi, kalau Anda bekerja di divisi\u00a0<strong>humas, korporasi, atau agency yang menangani klien besar<\/strong>, MIX adalah bacaan wajib. Mereka membahas bagaimana\u00a0<strong>pesan bisnis disampaikan, diterima, dan direspons<\/strong>\u00a0oleh publik\u2014bukan hanya konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:30px\"><strong>Keunikan MIX Bawa Pembaca ke Belakang Layar Kampanye Besar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu rubrik yang paling saya suka dari MIX adalah&nbsp;<strong>&#8220;Campaign Uncovered&#8221;<\/strong>. Di sini mereka membedah kampanye besar dari awal ide, proses produksi, hingga evaluasi hasil. Contoh-contoh kasus yang pernah diangkat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Bagaimana Gojek mengomunikasikan fitur GoPay ke masyarakat non-digital native.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Strategi komunikasi\u5371\u673a (krisis) sebuah maskapai penerbangan saat insiden keselamatan.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>*Pendekatan Aqua dalam mempertahankan &#8220;kesegaran&#8221; brand-nya selama 30+ tahun.*<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Yang membuat saya kagum: wawancara dengan&nbsp;<em>tim di balik layar<\/em>\u2014bukan hanya direktur marketing, tapi juga&nbsp;<em>creative director, media planner, bahkan customer service lead<\/em>. Jadi komprehensif banget.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu kutipan dari rubrik ini yang saya ingat:<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Kampanye yang hebat tidak lahir dari ruang rapat yang steril. Ia lahir dari ruang gosip kantin, riset yang brutal, dan keberanian untuk terdengar sedikit gila.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah membaca itu, saya jadi lebih berani mengajukan ide-ide gila di kantor. Hasilnya? Kadang sukses, kadang gagal\u2014tapi prosesnya seru!<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:30px\"><strong>MIX dan Komunikasi Bisnis Lebih dari Sekadar Jualan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang (termasuk saya dulu) mengira&nbsp;<em>marketing communication<\/em>&nbsp;itu sama dengan&nbsp;<em>iklan<\/em>. Padahal, MIX mengajarkan bahwa&nbsp;<strong>komunikasi bisnis adalah ekosistem<\/strong>&nbsp;yang meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hubungan investor (<em>investor relations<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Komunikasi internal (karyawan)<\/li>\n\n\n\n<li>Crisis management<\/li>\n\n\n\n<li>Corporate social responsibility (CSR) yang tulus (bukan\u00a0<em>lip service<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Brand journalism dan storytelling<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>MIX pernah memiliki satu edisi spesial bertajuk&nbsp;<em>&#8220;Ketika CEO Jadi Brand Ambassador&#8221;<\/em>&nbsp;yang membahas pertarungan citra para pemimpin perusahaan. Ada yang gaya kalem ala pendiri startup, ada yang blak-blakan ala pengusaha lama. Seru karena jadi pelajaran betapa&nbsp;<strong>kepribadian pemimpin<\/strong>&nbsp;bisa menjadi aset komunikasi bisnis yang luar biasa\u2014atau bumerang kalau tidak dikelola dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya jadi ingat satu kalimat dari edisi itu:<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Publik tidak hanya membeli produk Anda. Mereka membeli cerita, nilai, dan cara Anda memperlakukan mereka, bahkan saat sedang tidak membeli.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itu&nbsp;<em>level<\/em>-nya MIX. Filosofis tapi tetap praktis.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbekal pengalaman membaca puluhan edisi MIX, saya bisa simpulkan:<br><strong>MIX adalah majalah untuk mereka yang sadar bahwa bisnis tidak berjalan hanya dengan transaksi, tetapi dengan hubungan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>SWA<\/strong>\u00a0bicara strategi perusahaan<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Globe Asia<\/strong>\u00a0membentang peta ekonomi Asia<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Marketing &amp; Marketeers<\/strong>\u00a0menyulap produk jadi pusat perhatian<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Investor<\/strong>\u00a0mengatur kesehatan finansial Anda<\/li>\n\n\n\n<li><strong>MIX<\/strong>\u00a0memastikan semua pihak yang terlibat\u00a0<em>ngobrol dengan bahasa yang sama<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tanpa komunikasi yang baik, strategi sebaik apa pun akan berantakan. Tanpa hubungan yang sehat, investasi Anda bisa hancur karena kabar buruk yang tidak dikelola. MIX hadir untuk menutup celah itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Terima kasih sudah menghabiskan waktu bersama saya. Jangan lupa\u00a0<strong>bagikan artikel ini<\/strong>\u00a0ke kolega atau teman yang bekerja di bidang humas, PR, corporate communication, atau siapa pun yang bosan dengan obrolan marketing yang itu-itu saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Sampai jumpa di edisi berikutnya.<br>Tetap komunikatif, tetap rendah hati, dan jangan pernah lelah menjelaskan hal rumit dengan cara yang sederhana!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, para komunikator ulung, brand strategist dadakan, serta semua orang yang pernah merasa\u00a0&#8220;Kok iklan di TV itu nyebelin banget sih, tapi kenapa saya hafal?&#8221;Selamat datang kembali di blog yang selalu berusaha menyajikan topik hangat dengan gaya yang\u00a0nggak bikin ngantuk\u00a0(semoga). Hari ini kita akan membahas salah satu majalah yang cukup\u00a0underrated\u00a0namun isinya\u00a0sebabronze\u2014wah, maksudnya se-bronze? Bukan, maksudnya se-brilian! [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3,4],"tags":[9,5,6,8,7],"class_list":["post-28","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis-ekonomi","category-investasi-keuangan","category-media-informasi","tag-investasi","tag-majalah-bisnis","tag-majalah-indonesia","tag-peluang-usaha","tag-strategi-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29,"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions\/29"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/readdd.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}